सांख्ययोगभेदः तथा योगबलोपदेशः
Sāṃkhya–Yoga Distinction and Instruction on Yogic Strength
आनतेनाथ शूलेन पाणिनामिततेजसा । पिनाकमिति चोवाच शूलमुग्रायुध: प्रभु:
ānatena atha śūlena pāṇināmitatejasā | pinākam iti covāca śūlam ugrāyudhaḥ prabhuḥ ||
Bhīṣma berkata: Ketika trisula itu—yang ditundukkan oleh tangan Sang Penguasa berkilau tak terukur—berubah menjadi wujud busur, maka Śiva, Tuhan yang bersenjata dahsyat, menamainya “Pināka”, sebab trisula itu telah dibuat menunduk (ānata) oleh tangan-Nya. Peristiwa ini menegaskan bahwa kuasa ilahi dapat mengalihkan bahkan alat pemusnah menjadi bentuk yang tertib dan bertujuan, dan bahwa nama menyimpan ingatan etis atas suatu tindakan.
भीष्म उवाच
Even formidable force (a trident) can be redirected into controlled purpose (a bow) under rightful authority; the naming ‘Pināka’ preserves the moral memory that power should be made to ‘bow’ to higher order and discipline.
Śiva bends a trident with his hand; it takes the form of a bow. Because it was made to bow (ānata), Śiva names it ‘Pināka’. Bhīṣma narrates this as part of a larger account in the Śānti Parva.