तृष्णाक्षय-उपदेशः
Instruction on the Cessation of Craving
अन्यत्र तर्कशास्त्रेभ्य आगमार्थ यथागमम् । मेरे मनमें एक भयानक संशय उठ खड़ा हुआ है
anyatra tarkaśāstrebhya āgamārthaṃ yathāgamam |
Kapila berkata: “Kesampingkanlah risalah-risalah dialektika belaka; jelaskan makna Āgama menurut Āgama itu sendiri. Dalam batinku timbul keraguan yang menggetarkan, dan hanya engkau yang dapat melenyapkannya. Engkau telah berkata bahwa dengan teguh di jalan yang benar, di sini dan kini seseorang dapat menyaksikan secara langsung buah dari jalan yoga. Aku bertanya: dari yang engkau puja, apakah buah yang paling nyata, paling langsung dapat dialami dalam hidup ini? Tegakkanlah tanpa bersandar pada perdebatan nalar, agar aku sungguh memahami maksud Āgama.”
कपिल उवाच
Kapila prioritizes understanding grounded in Āgama (authoritative tradition) and demands a description of yoga’s fruit that is directly verifiable in lived experience, not merely established through debate or abstract logic.
In a philosophical exchange, Kapila challenges his interlocutor to clarify what tangible result arises from the worship/practice being advocated, asking for an explanation based on scriptural tradition and direct perception rather than argumentative reasoning.