राजधर्मः—राष्ट्ररक्षणं, दण्डनीतिः, हयग्रीवोपाख्यानम्
Royal Duty: Protection, Penal Policy, and the Hayagrīva Exemplum
आयासो वापि यन्मूलस्तदेकाड्मपि त्यजेत् । “जिसके कारण शोक और बढ़ा हुआ ताप होता हो अथवा जो आयासका भी मूल कारण हो, वह अपने शरीरका एक अंग भी हो तो भी उसको त्याग देना चाहिये ।।
āyāso vāpi yanmūlas tad ekāṅgam api tyajet | sukhaṃ vā yadi vā duḥkhaṃ priyaṃ vā yadi vāpriyam | prāptaṃ prāptam upāsīta hṛdayenāparājitaḥ ||
Vyāsa berkata: Apa pun yang menjadi sumber duka dan pedih yang membakar—atau bahkan akar dari keletihan yang menguras tenaga—hendaknya ditinggalkan, meski sedekat anggota tubuh sendiri. Entah yang datang itu suka atau duka, menyenangkan atau tidak, terimalah sebagaimana adanya saat ia tiba; jangan biarkan hati dikalahkan, jangan menyerah dalam keberanian batin.
व्यास उवाच
Remove from life whatever is the root of sorrow and exhausting distress—even if it feels as close as one’s own limb—and cultivate an undefeated inner stance that accepts whatever comes (pleasant or unpleasant) without losing courage.
In the Śānti Parva’s instruction on right conduct and inner steadiness, Vyāsa delivers a concise ethical counsel: renounce the causes of grief and strain, and meet changing experiences—joy or sorrow, liked or disliked—with resilient acceptance.