Ātma-saṃyama-dharma: One-pointedness of Mind and Senses (शुक–व्यास संवादः)
आश्रमादाश्रमेष्वेव शिष्यो वर्तेत कर्मणा । इस प्रकार शिष्य यथाशक्ति सेवा करके गुरुको प्रसन्न करे और उन्हें उपहार देकर उनकी अआज्ञासे ब्रह्मचर्य-आश्रमसे दूसरे आश्रमोंमें पदार्पण करे और वहाँ भी उन आश्रमोंके कर्तव्योंका पालन करता रहे ।।
āśramād āśrameṣv eva śiṣyo varteta karmaṇā | vedavrato'pavāsena caturthe cāyuṣo gate,
Murid hendaknya menapaki tiap āśrama melalui perbuatan yang benar. Dengan melayani guru semampunya ia harus menyenangkan hati sang guru; lalu, dengan izin guru serta setelah mempersembahkan hadiah, ia berpindah dari tahap brahmacarya ke āśrama-āśrama lainnya, sambil terus menjalankan kewajiban yang sesuai pada masing-masing tahap. Ketika—seraya menjalankan kaul-kaul Weda dan disiplin seperti puasa—seperempat usia telah berlalu, hendaknya ia memberikan dakṣiṇā kepada guru dan menuntaskan upacara samāvartana menurut tata cara.
व्यास उवाच
The verse teaches āśrama-dharma: a student should honor and serve the guru, complete study with Vedic discipline, and then—only with the teacher’s permission and after offering dakṣiṇā—transition properly to the next life-stage while continuing the duties of each āśrama.
Vyāsa lays down a normative guideline for a disciple’s life-course: service and obedience during brahmacarya, formal completion through samāvartana, and orderly movement into subsequent āśramas with continued adherence to their respective obligations.