Adhyātma-krama: Indriya–Manas–Buddhi–Ātman Hierarchy and Citta-Prasāda (आध्यात्मक्रमः)
तदुक्तं वेदवादेषु गहनं वेददर्शिभि: । वेदान्तेषु पुनर्व्यक्ते कर्मयोगेन लक्ष्यते
tad uktaṃ vedavādeṣu gahanaṃ vedadarśibhiḥ | vedānteṣu punar vyakte karmayogena lakṣyate ||
Realitas Tertinggi itu telah diucapkan dalam bagian-bagian Weda yang membahas ritual, namun dengan cara yang tersembunyi dan amat mendalam, sehingga bahkan para resi yang mahir dalam Weda pun dapat luput mengenalinya. Tetapi dalam Vedānta, Brahman yang sama diajarkan kembali dengan terang; dan melalui disiplin karma-yoga yang tanpa pamrih, ia dapat disadari secara langsung.
व्यास उवाच
The highest Reality (Brahman) is only indirectly and obscurely indicated in ritual-focused Vedic passages, but is explicitly taught in Vedānta; nevertheless, it is not merely intellectual—Brahman is to be realized, and karma-yoga (desireless, duty-based action) is presented as a practical means to that realization.
In Śānti Parva’s instruction on dharma and liberation, Vyāsa explains how different layers of Vedic scripture present the ultimate truth: ritual sections veil it in profundity, while Vedānta clarifies it, and he emphasizes an ethical-spiritual path—karma-yoga—as the bridge from teaching to direct experience.