Gṛhastha-vṛtti and Niyama: Models of Householder Livelihood and Discipline (गृहस्थवृत्ति-नियमाः)
ज्ञानागमेन कर्माणि कुर्वन् कर्मसु सिध्यति | पज्चेन्द्रियजलां घोरां लोभकूलां सुदुस्तराम्
jñānāgamena karmāṇi kurvan karmasu sidhyati | pañcendriyajalāṃ ghorāṃ lobhakūlāṃ sudustarām | krodhapaṅkāṃ durākrāntāṃ vegāṃ durniyamāṃ nadīm | buddhimān tarati tāṃ nityaṃ kālaṃ paśyann upasthitam ||
Vyāsa berkata: “Barangsiapa melakukan tindakan dalam terang pengetahuan sejati, ia meraih keberhasilan dalam tindakan. Hidup duniawi ini laksana sungai yang mengerikan: airnya adalah lima indera, tepinya adalah ketamakan, dan lumpur di dalamnya adalah amarah. Ia amat sukar diseberangi dan derasnya hampir tak mungkin dibendung; namun orang bijak menyeberanginya. Dengan kewaspadaan yang tak putus, ia mengingat bahwa Waktu—selalu siap menghantam—berdiri mengintai untuk menenggelamkan makhluk dalam delusi yang pekat.”
व्यास उवाच
Actions become truly successful when guided by knowledge and discernment. The senses, greed, and anger create a powerful current that drags one into delusion, but wisdom and vigilance—especially awareness of Time’s inevitability—enable one to cross beyond worldly entanglement.
In the Śānti Parva’s instruction on conduct and liberation, Vyāsa delivers a moral-psychological teaching using a river metaphor: saṃsāra is perilous, driven by the senses and passions, and only the wise who remain alert to the approach of Time can overcome it.