Āśrama-dharma and Brahmacarya: Śuka’s Inquiry on Karma and Tyāga (शुक-प्रश्नः कर्मत्यागविवेकश्च)
अन्तर्हिताधितप्तानां यथाशक्ति बुभूषताम् । देवानामतिशक्त्यापि देयमेषां कृतादपि
antarhitādhitaptānāṁ yathāśakti bubhūṣatām | devānām atiśaktyāpi deyam eṣāṁ kṛtād api ||
Vyāsa berkata: “Kepada para Brahmana yang dihimpit kemiskinan, berjalan dalam malu dan seakan bersembunyi, terbakar oleh derita batin; dan juga kepada mereka yang berusaha—sesuai kemampuan—demi peninggian rohani, hendaknya seseorang memberi dari harta yang diperoleh dengan jujur, semampunya. Bagi Brahmana yang layak dan patut dimuliakan, tidak ada sesuatu pun yang dianggap ‘tak boleh diberikan’; bahkan sesuatu yang amat berharga pun patut dipersembahkan kepada penerima yang sungguh pantas—demikianlah putusan para mulia.”
व्यास उवाच
Give charity from one’s rightly earned wealth according to one’s capacity, especially to worthy and distressed Brahmins and to sincere seekers of spiritual uplift; for a truly deserving recipient, no gift is considered inherently ‘forbidden’ or ‘too great.’
In the didactic setting of the Śānti Parva, Vyāsa instructs on dāna-dharma: identifying recipients who suffer silently from poverty or who strive for higher good, and emphasizing that generosity should be proportionate to one’s means yet unrestricted in principle when the recipient is genuinely worthy.