प्रजापतयः देवगणाश्च दिशि-दिशि स्थिताः ऋषयः
Prajāpatis, Deva-Groups, and the Ṛṣis Assigned to the Directions
प्रजा: सृष्टा मनसा कर्मणा च द्वावेवैती सत्पथौ लोकजुष्टौ । दृष्ट कर्म शाश्वतं चान्तवच्च मनस्त्याग: कारणं नान्यदस्ति
prajāḥ sṛṣṭā manasā karmaṇā ca dvāv evaitī satpathau lokajuṣṭau | dṛṣṭaṃ karma śāśvataṃ cāntavac ca manastyāgaḥ kāraṇaṃ nānyad asti ||
Bhishma berkata: Brahmā menciptakan makhluk hidup beserta pikiran dan tindakan; karena itu keduanya adalah jalan kebajikan yang telah ditempuh luas dan disahkan oleh dunia. Tindakan (karma) tampak dua macam—yang satu kekal, yang lain fana. Karma yang mengarah pada pembebasan disebut kekal; sedangkan karma yang menghasilkan kenikmatan sementara adalah fana. Sebab penentu yang menjadikan karma ‘kekal’ dan mampu menuntun kepada Yang Mahatinggi ialah pelepasan, di dalam batin, dari hasrat akan buah perbuatan—tiada sebab lain.
भीष्म उवाच
Karma becomes liberative (‘eternal’) not by its outer form but by inner orientation: giving up, in the mind, desire for results. Fruit-desire makes action bind to transient outcomes; renunciation of fruit-desire makes it a means toward the Supreme.
In the Śānti Parva’s instruction on dharma and liberation, Bhīṣma explains to the listener that Brahmā fashioned beings with both mind and action, and that right living involves understanding how action divides into binding (perishable) and freeing (eternal) depending on one’s mental attachment to results.