मार्गो तावप्युभावेतौ संश्रितौ न च संश्रितौ । उपनिषदोंके वाक्य निर्वत्ति (परमानन्द), शान्ति तथा ब्रह्मनिष्ठताका बोध करानेवाले हैं (अतः वहाँ जपकी अपेक्षा नहीं है)। समदर्शी मुनियोंने जो सांख्य और योग बताये हैं, वे दोनों मार्ग चित्तशुद्धिके द्वारा ज्ञानप्राप्तिमें उपकारक होनेसे जपका आश्रय लेते हैं, नहीं भी लेते हैं
mārgo tāv apy ubhāv etau saṁśritau na ca saṁśritau |
Kedua jalan ini dapat ditempuh dengan bersandar pada suatu disiplin penopang, dan juga tanpa sandaran demikian. Sabda-sabda Upanishad sendiri menyatakan realisasi Kebahagiaan Tertinggi, kedamaian, dan keteguhan dalam Brahman—di sana tidak diperlukan ketergantungan pada pengulangan (japa). Namun Sāṅkhya dan Yoga yang diajarkan para resi yang memandang setara, karena menolong perolehan pengetahuan lewat pemurnian batin, dapat menempuhnya dengan japa, dan dapat pula tanpa japa.
भीष्म उवाच
Bhishma explains that Sāṅkhya and Yoga are two valid approaches that can be practiced with auxiliary supports like japa or, in some cases, without them. Direct Upanishadic insight is presented as self-sufficient for awakening to supreme bliss, peace, and abiding in Brahman; whereas for many seekers, practices that purify the mind (including japa) can be valuable aids toward knowledge.
In the Shanti Parva’s instruction on liberation and right living, Bhishma continues advising Yudhishthira by comparing spiritual disciplines. He clarifies how different methods—Upanishadic wisdom, Sāṅkhya analysis, and Yogic practice—relate to one another and how supportive practices like japa may function as means for mental purification leading to realization.