मनु-उपदेशः — भूत-उत्पत्ति, इन्द्रिय-निवृत्ति, तथा पर-स्वभाव-विवेकः
Manu’s Instruction on Elemental Origination, Sense-Withdrawal, and Discrimination of the Supreme Nature
य: करोत्यनभिसंधिपूर्वक॑ तच्च निर्णुदति यत्पुराकृतम् । नाप्रियं तदुभयं कुतः प्रियं तस्य तज्जनयतीह सर्वतः
yaḥ karoty anabhisaṃdhi-pūrvakaṃ tac ca nirṇudati yat purākṛtam | nāpriyaṃ tad ubhayaṃ kutaḥ priyaṃ tasya taj janayatīha sarvataḥ ||
Bila seseorang bertindak tanpa pamrih—tanpa menghitung ganjaran—tindakan itu mengusir sisa jejak dari perbuatan masa lampau. Maka dua macam karma—dari kehidupan terdahulu dan dari kehidupan ini—tidak lagi melahirkan hasil yang menyakitkan, apalagi yang menyenangkan; sebab bagi dia yang bebas dari keakuan sebagai pelaku dan keterikatan pada buah tindakan, karma berhenti menimbulkan akibat yang mengikat di mana pun.
भीष्म उवाच
Action performed without ulterior motive (anabhisaṃdhi) and without attachment to results weakens and dispels the binding force of previously accumulated karma; such karma no longer yields either painful or pleasant fruits for the detached agent.
In the Śānti Parva’s instruction on dharma and liberation, Bhishma teaches the listener that desireless, non-appropriative action undermines karmic bondage, so past and present deeds cease to generate binding consequences.