Śānti-parva 168: Śoka-nivṛtti-buddhi (The Cognition that Reduces Grief) and Piṅgalā’s Nairāśya
आस्तिका नास्तिकाश्नैव नियता: संयमे परे । अप्रज्ञानं तमोभूतं प्रज्ञानं तु प्रकाशिता
ārjuna uvāca | āstikā nāstikāś caiva niyatāḥ saṃyame pare | aprajñānaṃ tamobhūtaṃ prajñānaṃ tu prakāśitam ||
Banyak orang—baik yang beriman maupun yang tidak—teguh dalam disiplin dan pengendalian diri yang keras. Namun bila seseorang gagal mengenali apa yang sungguh utama, ketidakmampuannya membedakan itu menjadi kebodohan yang diselimuti kegelapan. Sebaliknya, kebijaksanaan sejati bersifat terang: ia menyingkapkan prioritas yang benar dan menuntun laku menuju makna yang sesungguhnya.
अजुन उवाच
Discipline alone is not sufficient: without prajñā (clear discernment of what is truly primary), one remains in tamas-like ignorance. Wisdom is described as light because it clarifies priorities and thereby directs ethical action.
In the Shānti Parva’s reflective instruction on dharma and right understanding, Arjuna speaks about the contrast between mere external restraint (found among both believers and skeptics) and the inner illumination of true knowledge that distinguishes right priorities.