Satya-lakṣaṇa (The Characteristics and Forms of Truth) | सत्यलक्षणम्
एष चेष्टयते सम्यक् प्राणिन: सम्यगायतः: । असम्यगायतो भूयश्चनेष्टते विकृतं नूषु
eṣa ceṣṭayate samyak prāṇinaḥ samyag-āyataḥ | asamyag-āyato bhūyaś ceṣṭate vikṛtaṃ nṛṣu ||
Nārada berkata: “Bila daya-hayat ini, setelah meresap dan bekerja dengan tepat sebagai napas kehidupan dan sejenisnya di dalam tubuh, berjalan seimbang, maka ia menjadikan semua makhluk mampu beraktivitas dengan tertib. Namun bila ia tidak berfungsi sebagaimana mestinya, ia kembali menimbulkan gerak yang menyimpang dan kekacauan jasmani pada manusia.”
नारद उवाच
Rightly regulated prāṇa (vital force) sustains orderly action and well-being; when prāṇa becomes imbalanced or improperly directed, it produces disorder—both as bodily विकृति (abnormality) and as distorted activity—implying an ethical need for self-regulation and balance.
In Śānti Parva’s instructional setting, Nārada explains a principle of embodied life: the properly functioning life-breath animates all beings, while its improper functioning leads to dysfunction and disturbance in humans.