Tapas as the Root of Attainment (तपः—साधनमूलप्रशंसा)
(दाक्षिणात्य अधिक पाठका १ श्लोक मिलाकर कुल १२३ श्लोक हैं) ऑपन--माजल बछ। जि चतुष्पञ्चाशर्दाधिकशततमो< ध्याय: नारदजीका सेमल-वृक्षसे प्रशंसापूर्वक प्रश्न युधिछिर उवाच बलिन: प्रत्यमित्रस्य नित्यमासन्नवर्तिन: । उपकारापकाराभ्यां समर्थस्योद्यतस्य च
yudhiṣṭhira uvāca |
balinaḥ pratyamitrasyā nityam āsannavartinaḥ |
upakārāpakārābhyāṃ samarthasyodyatasya ca ||
Yudhiṣṭhira berkata: “Wahai Kakek, bila seorang musuh itu kuat, selalu berada dekat, sanggup memberi manfaat maupun mencelakakan, serta senantiasa giat dan siap bertindak—lalu seorang yang lemah, hampa dan berkedudukan rendah, karena delusi, menyombongkan diri dan mengucapkan kata-kata yang tak patut hingga menimbulkan permusuhan; dan musuh yang kuat itu, sangat murka, menyerang untuk mencabutnya sampai ke akar—maka bagaimana orang yang diserang itu, hanya bersandar pada kekuatannya yang kecil, harus bersikap terhadap si penyerang agar ia terlindungi?”
युधिछिर उवाच
The verse frames an ethical-political dilemma: when a weaker person has foolishly provoked a stronger, nearby, capable enemy, survival depends not on bravado but on prudent conduct—measured speech, strategic restraint, and realistic assessment of power.
In Śānti Parva’s instruction on conduct and policy, Yudhiṣṭhira poses a practical question (to Bhīṣma as teacher): how a weaker party should behave when a powerful adversary, angered by the weaker party’s improper boasting, launches an attack.