कपोत-लुब्धकसंवादः — Hunter’s Remorse and Renunciatory Resolve
कुरुनन्दन! धर्म और सत्पुरुषोंका आचार--ये बुद्धिसे ही प्रकट होते हैं और सदा उसीके द्वारा जाने जाते हैं। तुम मेरी इस बातको अच्छी तरह समझ लो ।।
bhīṣma uvāca |
buddhiśreṣṭhā hi rājānaś caranti vijayaiṣiṇaḥ |
dharmaḥ pratividhātavyo buddhyā rājñā tatas tataḥ ||
Bhishma berkata: “Wahai keturunan Kuru, dharma dan tata laku orang-orang bajik lahir dari budi, dan melalui budi pula keduanya senantiasa dikenali; pahamilah ucapanku ini baik-baik. Para raja yang unggul dalam pertimbangan dan mendambakan kemenangan berjalan menurut dharma. Karena itu, seorang raja harus berulang kali membentuk dan menjalankan dharma dengan kecerdasan—belajar dari berbagai sumber dan memakai penilaian yang tepat agar kebajikan menjadi pemerintahan yang nyata.”
भीष्म उवाच
Dharma in kingship is not merely inherited custom; it must be understood and implemented through buddhi (discernment). A ruler seeking success should repeatedly apply intelligent judgment to enact righteous policy and conduct appropriate to each situation.
In the Śānti Parva’s instruction on kingship, Bhīṣma continues advising Yudhiṣṭhira after the war, emphasizing that effective and righteous rule depends on superior intelligence and continual situational application of dharma.