Kāpavya-carita (कापव्यचरित) — Reforming Dasyus through Regulated Rāja-Dharma
बहवो ग्रामवास्तव्या रोषाद् ब्रूयु: परस्परम् । न तेषां वचनाद् राजा सत्कुर्याद् घातयीत वा
bahavo grāmavāstavya roṣād brūyuḥ parasparam | na teṣāṁ vacanād rājā satkuryād ghātayīta vā ||
Bila banyak penduduk desa, karena amarah, saling menuduh di hadapan raja—memuji sebagian dan mencela yang lain—maka raja jangan semata-mata berdasarkan kata-kata mereka menjatuhkan hukuman atau menganugerahkan kehormatan. Tanpa penyelidikan yang saksama, pertikaian umum dan laporan yang berpihak tidak patut dijadikan dasar putusan.
भीष्म उवाच
A ruler must not base punishment or honor solely on angry, partisan reports. Justice requires restraint and verification; public quarrels and mutual accusations are unreliable grounds for royal action.
In the Shanti Parva’s instruction on rāja-dharma, Bhishma advises the king (Yudhiṣṭhira contextually) that when villagers come in anger accusing and praising each other, the king should neither punish nor reward merely on their testimony.