Kośa, Bala, and Maryādā: Treasury, Capacity, and Enforceable Limits (कोश-बल-मर्यादा)
स्वधर्मानन्तरा वृत्तिर्जात्याननुपजीवत: । जहत: प्रथमं कल्पमनुकल्पेन जीवनम्
svadharmānantara vṛttir jātyān anupajīvataḥ | jahataḥ prathamaṃ kalpam anukalpena jīvanam ||
Bhishma berkata: Bila seseorang tidak mampu mempertahankan hidup dengan bersandar pada kewajiban (dharma) yang ditetapkan bagi kelahiran dan kedudukannya sendiri, maka diajarkan pula cara penghidupan yang bersifat alternatif. Sebab pada masa kesusahan, orang yang terpaksa meninggalkan jalan pertama—hidup selaras dengan dharmanya sendiri—diperbolehkan menempuh jalan kedua, bahkan mengambil pekerjaan golongan yang lebih rendah, agar nyawa terpelihara tanpa jatuh ke dalam kebiadaban dan tanpa hukum.
भीष्म उवाच
In hardship, preserving life may require setting aside the primary rule of living strictly by one’s own svadharma; the tradition allows a secondary, emergency livelihood (anukalpa), even adopting work associated with a lower varna, to avoid greater moral collapse.
Bhishma is instructing Yudhishthira in the Shanti Parva on dharma, specifically explaining the graded rules of conduct: the normal rule (svadharma-based livelihood) and the emergency exception (alternative livelihood) when normal duty cannot sustain life.