Daṇḍotpatti-kathana (Origin and Function of Daṇḍa) — वसुहोम–मान्धातृ संवाद
अशक्तिः शक्तिरित्येवं मानस्तम्भौ व्ययाव्ययौ । विनयश्न विसर्गश्ष कालाकालौ च भारत
bhīṣma uvāca |
aśaktiḥ śaktir ity evaṁ māna-stambhau vyayāvyayau |
vinayaś ca visargaś ca kālākālau ca bhārata ||
Bhishma bersabda: Wahai Bharata, kelemahan dan kekuatan; kehormatan dan kesombongan yang kaku; pengeluaran dan tidak mengeluarkan; kerendahan hati dan kedermawanan; tindakan pada waktunya dan tindakan yang tidak pada waktunya—semua keadaan yang berpasangan ini termasuk di antara banyak wujud daṇḍa, yakni asas penertiban, pemerintahan, dan penegakan hukuman di dunia. Dengan mengenali pertentangan-pertentangan ini, seorang raja (dan setiap pelaku moral) memahami bagaimana tatanan dijaga dan bagaimana perilaku diarahkan kembali menuju dharma.
भीष्म उवाच
Bhishma frames ethical and political life through paired opposites (strength/weakness, honor/pride, spending/saving, humility/giving, timely/untimely action). The lesson is that governance and self-governance require discerning these contrasts and applying correction (daṇḍa) and restraint so that conduct aligns with dharma.
In the Śānti Parva, Bhishma instructs Yudhiṣṭhira on rājadharma and the principles that sustain social order after the war. Here he continues a catalog of contrasting qualities and conditions, presenting them as manifestations relevant to rule, discipline, and moral decision-making.