Daṇḍa-svarūpa-nirūpaṇa
The Nature, Forms, and Function of Daṇḍa
जिसने सब प्रकारके दोषोंका त्याग कर दिया है
bhīṣma uvāca | yaḥ sarvaprakārair doṣān parityajya sa dhīro rājā yadi kiñcid vastu kāmayate, sa svalpenaiva balena sarvāḥ kāmanāḥ prāpnoti | yaḥ punar āvaśyakavastubhiḥ sampanno 'pi svārthaṃ kiñcid icchati, anyebhyaś ca svābhilāṣapūraṇāśāṃ karoti, sa lobhī ahaṅkārī nareśaḥ svīyaśreyasaḥ svalpam api pātraṃ na pūrayitum arhati || tasmād rājā prajāsūnugrahaṃ kṛtvā eva tebhyaḥ karaṃ gṛhṇīyāt; prajāsu hi lakṣmyā mūlaṃ sarvaśaḥ | sa dīrghakālaṃ prajāḥ sampīḍayan na syāt, na ca vidyut-sampāta-sadṛśaḥ kṣaṇikena prabhāvena urjitaḥ syāt ||
Bhishma berkata: Seorang raja yang teguh, yang telah menanggalkan segala cela, bila menginginkan sesuatu, akan meraih seluruh keinginannya dengan sedikit usaha saja. Namun penguasa yang, meski telah berkecukupan, masih mengidamkan lebih untuk dirinya dan berharap orang lain memuaskan hasratnya—raja yang serakah dan dikuasai ego—tak sanggup mengisi bahkan takaran kecil kesejahteraan sejatinya. Karena itu, raja hendaknya memungut pajak hanya sambil menaruh kasih dan perlindungan kepada seluruh rakyatnya; sebab rakyatlah, dalam segala hal, akar kemakmuran. Ia tidak boleh menindas mereka lama-lama, dan tidak patut pula menerjang seperti sambaran petir—menampakkan kuasa dalam ledakan yang mendadak dan merusak.
भीष्म उवाच
A king’s prosperity rests on the well-being of his subjects; therefore he should restrain greed and ego, collect taxes with benevolence and protection, and avoid long-term oppression or sudden, destructive displays of power.
In the Shanti Parva’s instruction on rajadharma, Bhishma advises the ruler on inner discipline and public policy: renounce faults, curb personal craving, and treat taxation as a duty performed with goodwill toward the people, not as exploitation.