Gaṇānāṃ Vṛttiḥ — On the Sustenance and Cohesion of Assemblies
Gaṇa-nīti
निग्रह: पण्डितै: कार्य: क्षिप्रमेव प्रधानत: । परस्पर फूटकर पृथक्-पृथक् अपनी शक्तिका प्रयोग करनेवाले लोगोंमें जो मुख्य-मुख्य नेता हों
nigrahaḥ paṇḍitaiḥ kāryaḥ kṣipram eva pradhānataḥ | paraspara-phūṭakṛt pṛthak-pṛthag ātmanaḥ śaktiṃ prayuñjānānāṃ lokeṣu ye mukhya-mukhyā netāraḥ syuḥ, tān saṃgharājyasya vidvad-adhikāribhiḥ śīghram eva damayituṃ yuktam || kuleṣu kalaho jātaḥ kula-vṛddhair upekṣitaḥ ||
Bhīṣma berkata: “Orang bijak harus bertindak lebih dahulu dan bertindak cepat untuk mengekang kekacauan. Bila orang-orang terpecah menjadi faksi-faksi yang saling bermusuhan dan masing-masing memakai kekuatannya sendiri-sendiri, para pemimpin utama di antara mereka harus segera ditundukkan oleh pejabat terpelajar dari negara konfederasi. Dan bila pertengkaran timbul di dalam klan lalu diabaikan para tetua keluarga, perselisihan itu tumbuh menjadi bencana yang lebih luas.”
भीष्म उवाच
Preventive governance is a duty: wise authorities should restrain factional leaders quickly, because early intervention stops small ruptures from becoming systemic disorder.
In the Shanti Parva’s instruction on rajadharma, Bhishma advises the king on statecraft: when groups fracture and rival leaders mobilize separate power, the state must promptly curb them; likewise, family or clan quarrels ignored by elders tend to escalate.