Kṣemadarśa–Kālakavṛkṣīya Saṃvāda: Counsel on Impermanence, Non-attachment, and Composure in Dispossession
महाह्नद: संक्षुभित आत्मनैव प्रसीदति । (इत्थं नरो5प्यात्मनैव कृतप्रज्ञ: प्रसीदति ।) एतदेवंगतस्याहं सुखं पश्यामि जीवितुम्
mahāhradaḥ saṁkṣubhita ātmanaiva prasīdati | itthaṁ naro 'py ātmanaiva kṛtaprajñaḥ prasīdati | etad evaṁgatasya ahaṁ sukhaṁ paśyāmi jīvitum |
Bhīṣma berkata: “Seperti danau besar yang meski diaduk dan diguncang, pada akhirnya kembali jernih oleh kodratnya sendiri, demikian pula manusia yang teguh dan berakal-budi murni, walau sempat terguncang, akan pulih tenang dan terang oleh kekuatan dirinya sendiri. Karena itu, wahai pangeran, engkau sampai pada keadaan ini—yakni bangkitnya watak yang suci dalam batinmu—adalah pertanda baik. Hidup semacam inilah yang kupandang sungguh berbahagia.”
भीष्म उवाच
True clarity and peace are self-restored: even when the mind is disturbed, a person of steady wisdom (kṛtaprajña) returns to calm through inner discipline and the self’s own capacity for purification, like a lake settling back into clarity.
In Śānti Parva, Bhīṣma instructs a royal listener (addressed as “prince”), praising the emergence of pure, steady understanding and affirming that such an inwardly clarified life is the happiest and most auspicious way to live.