Kṣemadarśa–Kālakavṛkṣīya Saṃvāda: Counsel on Impermanence, Non-attachment, and Composure in Dispossession
अभिनिष्यन्दते श्रीहिं सत्यपि द्विषतो जनम् | यद्यपि तुम्हारे पास लक्ष्मी नहीं है तो भी तुम दूसरोंकी सम्पत्ति देखकर सहन करो; क्योंकि चतुर मनुष्य दूसरोंके यहाँ रहनेवाली सम्पत्तिका भी सदा उपभोग करते हैं और जो लोगोंसे द्वेष रखता है, उसके पास सम्पत्ति हो तो भी वह शीघ्र ही नष्ट हो जाती है ।।
abhiniṣyandate śrīhiṃ saty api dviṣato janam | śriyaṃ ca putrapautraṃ ca manuṣyā dharmacāriṇaḥ | yogadharmavido dhīrāḥ svayam eva tyajanty uta ||
Bahkan kepada orang yang memusuhi pun kemakmuran kadang mengalir; maka walau Lakshmi tidak ada padamu, tahanlah melihat kekayaan orang lain tanpa dengki. Sebab orang bijak tahu memanfaatkan sumber daya yang berada pada pihak lain juga. Namun harta yang digenggam dengan kebencian lekas binasa. Lagi pula, insan teguh yang hidup menurut dharma dan memahami tata-laku yoga, demi kewajiban yang lebih tinggi, sanggup melepaskan dengan kehendak sendiri baik kemakmuran maupun kelangsungan garis keturunan melalui putra dan cucu.
भीष्म उवाच
Do not burn with envy at another’s prosperity; hatred corrodes and destroys wealth. The wise maintain composure and, when dharma demands, can even relinquish wealth and worldly continuities like lineage.
In the Shanti Parva’s instruction section, Bhishma continues advising on righteous living and mental discipline, using wealth as an ethical test: how one responds to others’ fortune and how inner hostility undermines one’s own stability.