उपायधर्म-सेनायोगः
Upāya-dharma and Senāyoga: Expedient Ethics & Army Deployment
भीष्म उवाच सत्येन हि स्थितो धर्म उपपत्त्या तथा परे । साध्वाचारतया केचित् तथैवौपयिकादपि
bhīṣma uvāca satyena hi sthito dharma upapattyā tathā pare | sādhvācāratayā kecit tathaivaupāyikād api ||
Bhishma berkata: “Wahai Raja, sebagian orang berpendapat bahwa dharma tegak kokoh hanya di atas kebenaran. Yang lain menyatakan bahwa dharma ditegakkan melalui nalar yang tepat dan pembenaran yang sah. Ada pula yang mengatakan dharma bertahan lewat laku mulia dan teladan perilaku; dan banyak yang menerima bahwa dharma dapat dijaga dengan sarana praktis—seperti perundingan damai dan pemberian—sebagaimana keadaan mengizinkan.”
भीष्म उवाच
Bhishma presents multiple foundations proposed for dharma—truth, rational justification, exemplary conduct, and practical expedients—showing that thinkers explain dharma’s stability through different but complementary lenses.
In the Shanti Parva dialogue, Bhishma instructs King Yudhishthira on dharma after the war, here summarizing various viewpoints about what most firmly establishes and sustains dharma in life and governance.