जनकस्य युद्धोपदेशः — Janaka’s Instruction on Steadfast Battle-Conduct
समानपृष्ठोदरपाणिपादा: पराभवं भीरवो वै व्रजन्ति । अतो भरयार्ता: प्रणिपत्य भूय: कृत्वाञ्जलीनुपतिष्ठन्ति शूरान्
samānapṛṣṭhodarapāṇipādāḥ parābhavaṃ bhīravo vai vrajanti | ato bhayārtāḥ praṇipatya bhūyaḥ kṛtvāñjalīn upatiṣṭhanti śūrān vīrān ||
Bhishma berkata—punggung, perut, tangan, dan kaki para pengecut sama saja dengan milik para pemberani; namun di dunia, kehinaanlah yang menimpa si penakut. Karena itu, ketika dicekam rasa takut, mereka berulang kali bersujud dengan tangan terkatup dan senantiasa mencari perlindungan pada para kesatria yang gagah dan perkasa.
भीष्म उवाच
External sameness of the body does not determine honor; inner courage does. Cowardice leads to social and moral disgrace, and fear makes the timid dependent on the protection of the brave.
In Bhishma’s instruction discourse in the Shanti Parva, he contrasts the brave and the coward: despite identical physical capacities, the coward meets humiliation and, when frightened, repeatedly bows and seeks shelter with heroic men.