कुमाराभिषेकप्रश्नः — Inquiry into Kumāra (Skanda) Investiture at Sarasvatī
राक्षसान्नमसौ भुडुक्ते यो भुद्धक्ते हान्नमीदृशम् । “जिस अन्नपर थूक पड़ गयी हो
rākṣasānnam asau bhuṅkte yo bhuktvā hānnam īdṛśam |
Waiśampāyana berkata: Siapa pun yang memakan makanan semacam itu seakan-akan memakan bagian yang diperuntukkan bagi para Rākṣasa. Makanan yang telah diludahi, dipenuhi ulat, merupakan sisa santapan orang lain, tercemar oleh rambut yang jatuh, diperoleh dengan penghinaan, dinajiskan oleh air mata, atau tersentuh anjing— semuanya di dunia ini dinyatakan sebagai bagian milik para Rākṣasa. Karena itu, orang yang arif hendaknya dengan hati-hati dan pertimbangan jernih menjauhi segala makanan demikian— menjaga kesucian, harga diri, dan laku dharma, sekalipun dalam keadaan yang keras.
वैशम्पायन उवाच
The verse teaches discernment and self-restraint regarding food: one should avoid food that is physically or morally contaminated (spat upon, worm-infested, leftover, hair-contaminated, contemptuously given, tear-defiled, or dog-touched). Such food is metaphorically called ‘Rākṣasa’s share,’ implying it degrades one’s purity and dharmic standing.
Vaiśampāyana is conveying a dharmic instruction within the Shalya Parva context, emphasizing standards of purity and proper conduct. The statement functions as a normative guideline—classifying certain kinds of tainted food as unfit and urging the wise to renounce them.