सरस्वतीतीर्थानुक्रमः — बलरामस्य तीर्थयात्रा
Sarasvatī Tīrtha Itinerary — Balarāma’s Pilgrimage
प्रसवश्चैव युवयोगोलाड्गूलर्क्षवानरा: | उन महातपस्वीने कुपित हो अपने उन दोनों ऋषि भाइयोंके पास पहुँचकर कठोर वाणीमें शाप देते हुए कहा--“तुम दोनों पशुओंके लोभमें फँसकर मुझे छोड़कर भाग आये। इसलिये इसी पापकर्मके कारण मेरे शापसे तुम दोनों भाई महाभयंकर भेड़ियेका शरीर धारण करके दाँढ़ोंसे युक्त हो इधर-उधर भटकते फिरोगे। तुम दोनोंकी संतानके रूपमें गोलांगूल
prasavaś caiva yuvayor golāṅgūlarkṣavānarāḥ | ity uktena tadā tena kṣaṇād eva viśāmpate ||
Waiśampāyana berkata: “Dari kalian berdua akan lahir keturunan seperti golāṅgūla, beruang, dan kera.” Setelah berkata demikian, sang pertapa agung—murka karena kedua saudara resi itu meninggalkannya demi kerakusan akan hewan—mengucapkan kutuk dengan kata-kata keras: “Akibat perbuatan berdosa ini, oleh kutukku kalian berdua seketika akan mengenakan tubuh serigala yang amat mengerikan, bertaring, dan akan mengembara ke sana kemari; dan dari garis keturunan kalian akan lahir berbagai jenis hewan seperti golāṅgūla, beruang, dan kera.”
वैशम्पायन उवाच
Greed and abandonment of one’s duty/companions (dharma-bhraṃśa) lead to consequences that reflect the moral fault. The ascetic’s curse functions as a narrative expression of karma: betrayal and selfish pursuit bring a degrading transformation and a troubled, wandering existence.
An enraged great ascetic confronts two ṛṣi brothers who fled, leaving him behind due to desire for animals. He curses them to become fearsome, fanged wolves who must roam, and declares that from their progeny will arise animals such as the golāṅgūla, bears, and monkeys; the narrator then notes the immediacy of the effect.