शल्यवधे कौरवसेनाभङ्गः, भीमस्य गदायुद्धं, दुर्योधनस्य समाह्वानम्
Rout after Śalya’s fall; Bhīma’s mace engagement; Duryodhana’s rally
शकुनि बोला--नरेश्वर! युद्धस्थलमें रोषामर्षके वशीभूत हुए वीर स्वामीकी आज्ञाका पालन नहीं करते हैं; वैसी दशामें इनपर क्रोध करना उचित नहीं है। यह इनकी उपेक्षा करनेका समय नहीं है। हम सब लोग एक साथ हो मद्रराजके महाधनुर्धर सेवकोंकी रक्षाके लिये हाथी
sañjaya uvāca | evaṁ sarve ’nusañcintya prayayur yatra sainikāḥ | evam uktaḥ tadā rājā balena mahatā vṛtaḥ ||
Sakuni berkata: “Wahai raja! Di medan perang, para kesatria yang dikuasai murka dan tersinggung kerap tidak mematuhi titah tuannya; maka dalam keadaan demikian tidak patut kita murka kepada mereka. Ini pun bukan saat untuk mengabaikan mereka. Marilah kita semua berangkat bersama, dengan gajah, kuda, dan kereta perang, demi melindungi para pemanah agung pelayan raja Madra; dan dengan upaya besar kita saling menjaga.” Sanjaya berkata: Setelah demikian mereka renungkan bersama, semuanya berangkat menuju tempat pasukan berada; dan sang raja, setelah diseru demikian, ketika itu dikelilingi oleh bala yang besar.
संजय उवाच
The verse highlights prudent leadership in crisis: collective deliberation followed by coordinated action, and the importance of moving with adequate support (being ‘surrounded by a great force’) rather than acting impulsively or alone.
After counsel has been given and considered, the group proceeds to the location of the troops. The king, having been addressed, is depicted as accompanied and protected by a large military contingent as they move into the unfolding battle situation.