Sauptika Parva, Adhyaya 8 — Dhṛṣṭadyumna-vadha and the Camp’s Nocturnal Rout
कुछ लोग एक-दूसरेसे लिपटकर सो रहे थे, दूसरे भाग रहे थे, तीसरे छिप गये थे और चौथी श्रेणीके लोग जूझ रहे थे, उन सबको द्रोणकुमारने वहाँ मार गिराया ।। दहामाना हुताशेन वध्यमानाश्च तेन ते परस्परं तदा योधा अनयन् यमसादनम्
dahyamānā hutāśena vadhyamānāś ca tena te | parasparaṁ tadā yodhā anayan yamasādanam ||
Sebagian prajurit tidur sambil berpelukan, sebagian lari panik, sebagian bersembunyi, dan sebagian lagi melawan—namun semuanya di sana dijatuhkan oleh putra Droṇa, Aśvatthāman. Terbakar oleh kobaran api dan ditebas oleh tangannya, para kesatria itu, dalam kekacauan, seakan saling menyeret satu sama lain menuju kediaman Yama.
संजय उवाच
The verse highlights how war, when stripped of restraint, becomes ethically ruinous: fear, confusion, and indiscriminate killing erase the boundary between combat and helplessness, leading all toward death and moral degradation.
Sañjaya describes the nocturnal slaughter in the camp: warriors are burned by fire and killed by Droṇa’s son (Aśvatthāman). In the turmoil some sleep embracing others, some flee, some hide, and some fight, but all are driven to Yama’s abode.