आपीडकेयूरवराड्रदानि ग्रैवैयनिष्का: ससुवर्णसूत्रा:
āpīḍakeyūravarāḍradāni graivaiyanīṣkāḥ sa-suvarṇasūtrāḥ
Śalya menyebut perhiasan-perhiasan gemilang: apīḍa (hiasan kepala) dan keyūra (gelang lengan), serta kalung dan niṣka yang dirangkai dengan benang emas—kemewahan yang mengitari para kesatria, namun di bawah bayang perang justru menegaskan jurang antara kemuliaan lahiriah dan harga batin dari kekerasan.
शल्य उवाच
The verse highlights the allure of external splendor—royal and martial ornaments—implicitly reminding that such visible glory can mask the deeper moral weight of war, where pride and display do not prevent suffering or accountability.
Śalya is describing (or pointing to) the warriors’ magnificent adornments—diadems, armlets, and gold-threaded necklaces—painting a vivid battlefield or courtly scene where martial prestige is emphasized.