Droṇasya raudra-prayogaḥ
Droṇa’s intensified assault and the Pāṇḍava response
अपतद् दीप्यमाना च सनिर्घाता सकम्पना
apatad dīpyamānā ca sanirghātā sakampanā
Sañjaya berkata: Ia jatuh—menyala dengan kilau laksana api—disertai dentuman menggelegar dan guncangan bumi. Di tengah perang, pertanda-pertanda muram semacam ini menajamkan takut dan kekacauan, seakan mengingatkan bahwa kekerasan membangkitkan daya yang melampaui kendali manusia, dan perang yang sarat adharma mengundang tanda-tanda mengerikan.
संजय उवाच
The verse highlights how violent conflict is shadowed by ominous signs—suggesting that when dharma is strained in war, nature itself seems to respond with dread, urging reflection on the moral cost and uncontrollable consequences of adharma.
Sañjaya reports a sudden fall of a blazing phenomenon, accompanied by a loud crash and trembling—an inauspicious portent occurring amid the events of the Drona Parva, heightening the atmosphere of terror and foreboding.