Subhadrā-vilāpaḥ — Subhadrā’s Lament for Abhimanyu
Droṇa-parva 55
असम्भाव्यं गता घोरं नरकं दुष्टकारिण: । उस समय वे विचारशून्य मूर्ख एवं दुराचारी दस्यु भूमण्डलके उस अद्भुत और असम्भव कुमारका वध करके परस्पर एक-दूसरेको मारने लगे। इस प्रकार मार-पीट करके वे भी नष्ट हो गये और भयंकर नरकमें पड़ गये
asambhāvyaṃ gatā ghoraṃ narakaṃ duṣṭakāriṇaḥ |
Saat itu para bandit yang kehilangan pertimbangan—bodoh, bejat, dan kejam—membunuh pemuda yang menakjubkan, seakan tak terkalahkan itu; lalu mereka berbalik saling menerkam dan membunuh satu sama lain. Dengan demikian, oleh perkelahian brutal mereka sendiri, mereka pun binasa dan jatuh ke neraka yang mengerikan. Para pelaku kejahatan itu, setelah melakukan perbuatan yang tak seharusnya mungkin terjadi, mencapai neraka yang dahsyat.
व्यास उवाच
Adharma is self-destructive: those who commit unthinkable violence, especially against the innocent or extraordinary, lose discernment and ultimately destroy themselves, reaping karmic consequences symbolized as falling into dreadful hell.
A group of depraved, thoughtless men kill a remarkable youth; after the killing, they turn on one another and die in mutual violence, and the narration frames their end as a fall into terrible hell.