Bhagadatta’s Advance, the Saṃśaptaka Challenge, and Arjuna’s Counterstrike (द्रोणपर्व, अध्याय २६)
अभिनिक्षेप वेगेन युयुधानस्त्वपाक्रमत् । युयुधान (सात्यकि) अपने रथको छोड़कर दूर हट गये और उस महान् गजराजने शिनिपौत्र सात्यकिके उस रथको सूँड़से पकड़कर बड़े वेगसे फेंक दिया ।। ४३ $ ।। बृहतः सैन्धवानश्वान् समुत्थाप्याथ सारथि:
sañjaya uvāca | abhiniṣkepa-vegena yuyudhānas tv apākramat | bṛhataḥ saindhavān aśvān samutthāpyātha sārathiḥ |
Sañjaya berkata: Dengan daya lemparan yang mendadak dan dahsyat, Yuyudhāna (Sātyaki) menarik diri dari tempat itu. Ia meninggalkan keretanya dan menjauh; seketika itu pula sang raja gajah yang agung menangkap kereta Sātyaki, putra keturunan Śini, dengan belalainya lalu melemparkannya dengan kecepatan besar. Kemudian sais membangkitkan kuda-kuda dari negeri Sindhu dan memacu maju dengan laju dahsyat; dalam perang, keputusan sekejap untuk mundur dan kembali menyerbu menjadi ujian nyawa dan dharma di tengah kekerasan yang tak henti.
संजय उवाच
Even in the chaos of war, discernment and timely movement—withdrawal when necessary and renewed effort when possible—are part of kṣatriya conduct; valor is not mere recklessness but action aligned with survival, duty, and tactical clarity.
Sañjaya reports that Yuyudhāna (Sātyaki) moves away rapidly in response to a forceful attack or throw; immediately after, the charioteer urges the Sindhu-bred horses forward with great speed, indicating a swift tactical shift on the battlefield.