अयुध्यमानं यस्त्वाजी तथा प्रायगतं मुनिम्
ayudhyamānaṃ yastvājī tathā prāyagataṃ munim
Dṛṣṭadyumna berkata: “Barang siapa di medan laga memukul orang yang tidak bertempur, dan demikian pula menyerang seorang resi yang telah menarik diri dari hidup, bertekad berpuasa hingga mati dan berada di ambang ajal—tindakan itu melanggar dharma ksatria dan menodai perkara dengan adharma.”
धृष्टह्युम्न उवाच
Even in war, dharma sets limits: attacking a non-combatant or a renunciant near death is condemned as unrighteous, undermining the moral legitimacy of victory.
Dhṛṣṭadyumna articulates a battlefield ethical judgment, criticizing (or warning against) the act of harming someone who is not fighting and, by extension, a sage who has withdrawn from worldly struggle and is approaching death.