Karma-Yoga, Yajña-Cakra, and the Governance of Desire (कर्मयोग–यज्ञचक्र–कामनिग्रह)
यद्यप्येते न पश्यन्ति लोभोपहतचेतस: । कुलक्षयकृतं दोष॑ं मित्रद्रोहे च पातकम्,यद्यपि लोभसे भ्रष्टचित्त हुए ये लोग कुलके नाशसे उत्पन्न दोषको और मित्रोंसे विरोध करनेमें पापको नहीं देखते, तो भी हे जनार्दन! कुलके नाशसे उत्पन्न दोषको जाननेवाले हमलोगोंको इस पापसे हटनेके लिये क्यों नहीं विचार करना चाहिये?
yady apy ete na paśyanti lobhopahatacetasaḥ | kulakṣayakṛtaṃ doṣaṃ mitradrohe ca pātakam ||
Sekalipun orang-orang ini—yang batinnya diselubungi ketamakan—tidak melihat cela yang lahir dari musnahnya garis keluarga, dan tidak pula melihat dosa dalam mengkhianati sahabat serta sanak, namun, wahai Janārdana, mengapa kami yang memahami keburukan dari kehancuran itu tidak merenung dan berpaling dari kejahatan ini?
अजुन उवाच
Arjuna argues that ethical clarity should restrain action: even if others, blinded by greed, ignore the moral consequences of destroying a lineage and betraying close relations, those who understand these consequences have a duty to refrain from such sin.
On the battlefield, Arjuna addresses Krishna (Janārdana), continuing his refusal to fight by emphasizing the social and moral catastrophe (kulakṣaya) and the grave wrongdoing of turning against one’s own allies and kin.