Parīkṣit-janma-saṃkaṭa and Kuntī’s petition to Vāsudeva (परिक्षिज्जन्मसंकटं कुन्त्याः प्रार्थना च)
प्रीतिमान् स कुरुश्रेष्ठ खानयामास तद् धनम् | वहाँ उन्होंने नाना प्रकारके विचित्र फूल
Vaiśampāyana uvāca | prītimān sa kuruśreṣṭhaḥ khānayāmāsa tad dhanam |
Vaiśampāyana berkata: Dengan hati yang bersukacita, yang terbaik di antara para Kuru—Raja Yudhiṣṭhira—mulai menggali harta itu. Di sana ia memuja Kubera, penguasa kekayaan, dengan aneka bunga yang indah, malpūā, khicṛī, dan sajian lainnya, lalu bersujud memberi hormat. Sesudah itu, dengan persembahan yang sama, ia memuliakan Śaṅkha dan harta-harta simpanan lainnya beserta para penjaga perbendaharaan, serta menghormati para brāhmaṇa utama. Setelah memohon pembacaan doa svasti dan mendengar seruan punyāha dari para brāhmaṇa, sang raja yang bercahaya itu pun dengan gembira melanjutkan penggalian harta tersebut.
वैशम्पायन उवाच
Wealth is to be approached through dharma: the king does not treat treasure as mere spoil but sanctifies its acquisition through worship, honoring divine guardians and brāhmaṇas, and receiving auspicious benedictions—modeling restraint, gratitude, and responsibility.
Vaiśampāyana narrates that Yudhiṣṭhira, pleased, has a treasure dug up. Before and around the excavation he performs worship of Kubera and the treasure-guardians, honors brāhmaṇas, and receives auspicious recitations, after which the king proceeds with the excavation in a ritually affirmed manner.