Dehānta (Cyavana) and Upapatti: Kāśyapa’s Questions and the Siddha’s Account of Death, Pain, and Karmic Re-embodiment
नच्छुत्वा नैछिकीं बुद्धि बुद्धयेथा: कर्मनिश्चयम् । तारारूपाणि सर्वाणि यत्रैतच्चन्द्रमण्डलम्
na cchrutvā naicikīṁ buddhiṁ buddhyethāḥ karma-niścayam | tārā-rūpāṇi sarvāṇi yatraitat candra-maṇḍalam ||
Sang Siddha: “Dengan mendengarkan ini, engkau akan memperoleh kepastian yang teguh tentang gerak perbuatan dan buahnya, serta mencapai pemahaman naicikī—kebijaksanaan yang lebih tinggi. Ketahuilah: wilayah tempat segala bintang tampak, tempat lingkaran bulan bersinar, dan tempat cakra matahari menerangi dunia dengan sinarnya sendiri—itulah kediaman orang-orang yang berbuat kebajikan. Mereka yang saleh pergi ke alam-alam itu dan menikmati buah kebajikannya.”
सिद्ध उवाच
That attentive hearing of spiritual instruction yields clear certainty about karma and its results, and leads to a higher discernment (naicikī buddhi). The verse links ethical conduct (puṇya-karma) with corresponding luminous heavenly abodes where the fruits of merit are experienced.
A Siddha addresses the listener (disciple/interlocutor) and points to cosmic regions—stars, moon, and (by context) the sun—as symbolic and literal realms attained by the meritorious, explaining the destination and enjoyment of the results of virtuous deeds.