Puṣkara-Śapatha Itihāsa (Agastya–Indra Dispute at the Tīrthas) | पुष्कर-शपथ-आख्यानम्
कश्यपने कहा--जिसने मृणालोंकी चोरी की हो उसको सब जगह सब तरहकी बातें कहने, दूसरोंकी धरोहर हड़प लेने और झूठी गवाही देनेका पाप लगे ।।
kaśyapa uvāca—vṛthā-māṃsāśanaś caiva vṛthā-dānaṃ karotu ca | yātu striyaṃ divā caiva bisastainyaṃ karoti yaḥ ||
Kāśyapa berkata: “Siapa pun yang mencuri bisā (serat tangkai teratai) menanggung noda dosa seperti memakan daging tanpa alasan; sedekah yang ia berikan menjadi sia-sia; dan ia pun memikul dosa bergaul dengan perempuan pada siang hari. Demikianlah, pencurian yang tampak kecil pun mendatangkan banyak akibat dharma dan ritus.”
कश्यप उवाच
Even small theft is not ‘small’ in dharma: it corrupts one’s purity, nullifies the spiritual efficacy of one’s gifts, and brings further moral taints. The verse stresses that wrongdoing multiplies consequences across ritual, social, and personal domains.
In a didactic section of the Anuśāsana Parva, the sage Kāśyapa lays down a rule about the karmic/ethical repercussions of stealing lotus-stalk fibres (bisa), listing specific sins and losses of merit that follow such an act.