अनुशासनपर्व अध्याय ९३ — तपस्, सदोपवास, विघसाशन, अतिथिप्रियता
Austerity, regulated fasting, residual-eating, and hospitality
सोमविक्रयिणे विष्ठा भिषजे पूयशोणितम्
bhīṣma uvāca | somavikrayiṇe viṣṭhā bhiṣaje pūyaśoṇitam |
Bhishma berkata: “Makanan śrāddha yang diberikan kepada penjual soma menjadi bagi para Pitṛ seperti kotoran; dan bila diberikan kepada tabib, menjadi seperti nanah dan darah—tak layak diterima para leluhur. Demikian pula, sedekah śrāddha kepada orang yang mencari nafkah dengan memimpin pemujaan di kuil dikatakan sia-sia, tanpa buah. Makanan yang diberikan kepada lintah darat berbuah tidak tetap; dan apa pun yang diberikan dalam śrāddha kepada pedagang tidak membawa manfaat, baik di dunia ini maupun di dunia sana.”
भीष्म उवाच
Śrāddha offerings are not merely about giving food; the recipient’s suitability (as defined by dharma-text norms) affects the spiritual efficacy. Bhishma uses stark metaphors to warn that giving śrāddha-food to certain livelihoods is treated as ritually unfit and fruitless for the ancestors.
In the Anuśāsana Parva’s instruction section, Bhishma is teaching Yudhiṣṭhira about dharma, specifically rules and cautions regarding śrāddha and charitable gifts. This verse lists categories of recipients considered improper for śrāddha, emphasizing consequences for the rite’s intended benefit to the Pitṛs.