Suvarṇa-janma and Dakṣiṇā-Māhātmya
Origin and Supremacy of Gold as Ritual Fee
इत्याचम्य जपेत् सायं प्रातश्न॒ पुरुष: सदा । यदल्ला कुरुते पापं तस्मात् स परिमुच्यते
ity ācamya japet sāyaṁ prātaś ca puruṣaḥ sadā | yad ahnā kurute pāpaṁ tasmāt sa parimucyate ||
Vasiṣṭha berkata: “Wahai Raja, hendaknya seseorang senantiasa melakukan ācamanā pada pagi dan petang, lalu melafalkan mantra ini. Dari dosa apa pun yang ia perbuat sepanjang hari, ia dilepaskan sepenuhnya. ‘Semoga sapi-sapi pemberi ghee dan susu—yang menjadi sumber kelahiran ghee, yang menampakkan ghee, yang laksana sungai ghee dan pusaran ghee—senantiasa berdiam di rumahku. Semoga ghee dari sapi selalu menetap di hatiku. Semoga ghee tegak di pusarku. Semoga ghee meresapi seluruh anggota tubuhku dan bersemayam dalam pikiranku. Semoga sapi-sapi berada di depanku, di belakangku, di sekelilingku; dan semoga aku tinggal di tengah-tengah sapi-sapi itu.’”
वसिष्ठ उवाच
Regular purification (ācamana) and disciplined japa at dawn and dusk function as a daily prāyaścitta: the practitioner is said to be freed from the day’s moral faults, emphasizing routine self-cleansing and reverence-based restraint.
Vasiṣṭha instructs the king on a prescribed daily practice: after ācamana one should recite the given formula morning and evening; the verse states the promised result—release from sins committed during the day.