Go-dāna-phala-nirdeśa
Merit and Destinations from the Gift of Cows
कामयाना महत्स्थानं तस्माद् दानात् परं दम: | दान करते समय यदि क्रोध आ जाय तो वह दानके फलको नष्ट कर देता है; इसलिये उस क्रोधको दबानेवाला जो दमनामक गुण है
kāmayānā mahatsvānaṁ tasmād dānāt paraṁ damaḥ |
Bhīṣma berkata: Bagi orang yang mendambakan kedudukan yang agung dan luhur, ‘dama’—pengendalian diri—lebih utama bahkan daripada dāna. Bila amarah timbul saat memberi, amarah itu menghancurkan buah pemberian; karena itu kebajikan yang disebut dama, yang menahan amarah dan menundukkan indria, dipandang lebih tinggi daripada sedekah. Wahai raja, penguasa manusia: di alam surgawi para ṛṣi terdapat tak terbilang tempat-tempat halus yang tak kasatmata; dengan menegakkan dama-lah para mahārṣi bahkan para dewa, yang merindukan dunia tertinggi, berangkat dari dunia ini dan mencapainya. Maka, ‘dama’ dinyatakan lebih unggul daripada dāna.
भीष्म उवाच
Self-restraint (dama)—especially the checking of anger and the governance of the senses—is superior to charity, because anger arising during an act of giving can nullify the merit of that gift.
Bhīṣma is instructing the king on dharma, ranking virtues: he explains why dama surpasses dāna and supports it by pointing to the attainment of higher, subtle heavenly stations by ṛṣis and devas through the practice of self-restraint.