तीर्थवंशोपदेशः
Tīrtha-vaṃśa Upadeśa: Instruction on the Fruits of Sacred Waters
(व्रतानां पारणार्थाय गुर्वर्थे यज्ञदक्षिणाम् । निवेशार्थ च विद्वांसस्तेषां दत्त महाफलम् ।।
vratānāṁ pāraṇārthāya gurvarthē yajñadakṣiṇām | niveśārthaṁ ca vidvāṁsas teṣāṁ dattaṁ mahāphalam || pitroś ca rakṣaṇārthāya putradārārtham eva vā | mahāvyādhivimokṣāya teṣu dattaṁ mahāphalam || bālāḥ striyaś ca vāñchanti subhaktaṁ cāpy asādhanāḥ | svargam āyānti dattvaiṣāṁ nirayān nopayānti te || kṛtasarvasvaharaṇā nirdōṣāḥ prabhaviṣṇubhiḥ | spṛhayanti ca bhuktvānnaṁ teṣu dattaṁ mahāphalam ||
Bhishma berkata: Sedekah kepada orang-orang berilmu yang memerlukan dana untuk menyelesaikan parana brata, membayar guru-dakṣiṇā, memberi yajña-dakṣiṇā, atau menegakkan rumah tangga (pernikahan dan sejenisnya), berbuah jasa rohani yang besar. Demikian pula, memberi kepada mereka yang mencari harta demi melindungi orang tua, menafkahi istri dan anak, atau terbebas dari penyakit berat—itu pun sangat berpahala. Bila anak-anak dan perempuan yang tanpa sarana hanya memohon makanan yang baik, orang yang memberi makan mereka mencapai surga dan tidak jatuh ke neraka. Dan bila orang-orang tak bersalah dirampas habis oleh perampok yang berkuasa lalu mendambakan sesuap makan, memberi mereka sedekah makanan juga menghasilkan buah yang besar.
भीष्म उवाच
Bhīṣma teaches that charity is especially meritorious when directed to genuine need: completing vows, paying rightful fees (to teacher or sacrifice), establishing a household, protecting parents, supporting family, seeking relief from severe illness, and—above all—feeding the resource-less such as children, women, and innocents robbed by the powerful.
Within Bhīṣma’s instruction on dāna-dharma in the Anuśāsana Parva, he enumerates specific recipients and circumstances where giving (particularly food and necessary wealth) yields ‘great fruit,’ framing charity as a concrete social and ethical duty.