Pātra-Lakṣaṇa and Niścita-Dharma
Marks of a Worthy Recipient and Stable Criteria of Dharma
(अविश्वासान्न व्यसनी नातिसक्तो5प्रवासक: । विद्वान् सुशील: पुरुष: सदार: सुखमश्षुते ।।
aviśvāsān na vyasanī nātisakto 'pravāsakaḥ | vidvān suśīlaḥ puruṣaḥ sadāraḥ sukham aśnute ||
“Seorang laki-laki yang, karena kewaspadaan dan ketidakpercayaan yang bijak, tidak terjerumus ke dalam kecanduan; yang tidak terikat berlebihan; yang tidak tinggal jauh di negeri orang; dan yang berilmu serta berbudi—dialah yang, hidup bersama istrinya, menikmati kebahagiaan. Hari ini Pitāmaha Brahmā dan para dewa bersama Indra berkenan kepadamu. Wahai Bhagavan, dwija terbaik! Tujuan yang membawamu kemari telah tercapai. Ayah sang gadis, resi yang dermawan, mengutusku untuk menasihatimu; dan itu telah kulaksanakan.”
भीष्म उवाच
Happiness in married/household life depends on disciplined character: avoid addictions, avoid excessive attachment, maintain steadiness (not constantly living away), and cultivate learning and good conduct.
Bhishma is delivering a didactic statement on the qualities that support domestic happiness, framing it as a normative guideline within Anushasana Parva’s broader instruction on dharma.