हेतूनामन्तमासाद्य विपुलं ज्ञानमुत्तमम्
hetūnām antam āsādya vipulaṁ jñānam uttamam |
Ketika seseorang mencapai batas akhir dari alasan-alasan dan perdebatan belaka, ia memperoleh pengetahuan yang luas dan tertinggi. Pengetahuan itulah cahaya utama bagi seluruh dunia. Wahai raja, apa yang lahir dari logika semata bukanlah pengetahuan sejati dan tidak patut dianggap berwibawa; patut ditinggalkan setiap ‘pengetahuan’ yang tidak berlandaskan Weda.
भीष्म उवाच
Bhishma teaches that reasoning has limits: true, reliable knowledge is ‘supreme’ when it transcends endless argument and is aligned with śruti (the Veda). Mere logical constructions, without Vedic grounding, should not be treated as authoritative.
In the Anushasana Parva’s instruction section, Bhishma continues advising the king (Yudhiṣṭhira) on dharma and right understanding, emphasizing that scriptural testimony and realized wisdom outrank purely argumentative logic.