Adhyāya 152 — Bhīṣma’s Authorization for Yudhiṣṭhira’s Return to the Capital (नगरप्रवेशानुज्ञा)
यद्यकार्यमधर्म वा यदि वा प्राणनाशनम् । पतिर्ब्रूयाद् दरिद्रो वा व्याधितो वा कथंचन
yady akāryam adharmaṁ vā yadi vā prāṇanāśanam | patir brūyād daridro vā vyādhito vā kathaṁcana ||
Bila sang suami jatuh miskin, terserang penyakit, terjerat malapetaka, terhimpit di tengah musuh, atau menderita karena kutuk seorang brāhmaṇa—dan dalam keadaan itu ia memerintahkan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan, yang tidak benar (adharma), bahkan yang membawa pada kematian—maka hendaknya hal itu dipandang sebagai dharma pada masa bencana (āpaddharma) dan segera dilaksanakan tanpa ragu.
श्रीमहेश्वर उवाच
The verse frames an extreme principle of āpaddharma: in a crisis, a wife is urged to follow the husband’s command without doubt, even when it appears improper or unrighteous, treating it as a special duty applicable to calamity.
Śrī Maheśvara is instructing on household and crisis-ethics, describing situations like poverty or illness and stating how one should respond to a husband’s directive under such distressing conditions.