Umā–Maheśvara-saṃvāda: Varṇa-bhraṃśa, Ācāra (Vṛtta), and Karmic Ascent/Decline
पिण्डदास्तस्य हीयन्ते न च प्रीणाति वै पितृन् । धर्मने कहा--ब्राह्मण यदि राजाका कर्मचारी हो
piṇḍadās tasya hīyante na ca prīṇāti vai pitṝn |
Dharma berkata: “Pahala orang yang memberikan piṇḍa (bola nasi upacara arwah) kepada penerima yang tidak layak akan menyusut, dan para leluhur pun tidak menjadi puas. Jika seorang brāhmaṇa menjadi pegawai raja, bekerja dengan upah membunyikan lonceng, menjadi pelayan orang lain, mencari nafkah dari pemeliharaan sapi atau perdagangan, menjadi perajin atau penari/aktor, berkhianat kepada sahabat, tidak mempelajari Weda, atau menjadi suami perempuan dari golongan śūdra—maka kepada orang-orang seperti itu janganlah diberikan makanan persembahan untuk dewa (yajña) maupun untuk leluhur (śrāddha). Mereka yang tetap memberi piṇḍa atau makanan kepada orang-orang itu akan mengalami kemerosotan, dan leluhur mereka pun tidak terpuaskan.”
धर्म उवाच
Offerings for śrāddha must be made with proper discernment; giving piṇḍa inappropriately leads to the giver’s loss of merit and does not bring satisfaction to the ancestors.
Dharma is instructing about the consequences of improper ritual giving, stating that when piṇḍa is offered wrongly, the performer’s spiritual benefit declines and the pitṛs are not pleased.