ब्रह्मस्वहरण-निषेधः — Prohibition of Appropriating Brahmin Property
Brahmasva
येडपि तत्रापिबन क्षीरं घृतं दधि च मानवा: । ब्राह्मणा: सहराजन्या: सर्वे नरकमाविशन्
ye 'pi tatrāpiban kṣīraṃ ghṛtaṃ dadhi ca mānavāḥ | brāhmaṇāḥ saha rājanyāḥ sarve narakam āviśan ||
Bahkan orang-orang yang di tempat itu—tempat sapi-sapi itu dirampas dan dibawa—meminum atau memakan susu, ghee, dan dadihnya, entah Brahmana maupun Ksatria (dan lainnya), semuanya masuk neraka. Ini menegaskan bahwa menikmati barang yang diperoleh lewat pencurian atau kekerasan membuat si penikmat turut menanggung beban salah yang sama.
चाण्डाल उवाच
One becomes morally implicated not only by committing theft or violence but also by knowingly enjoying the benefits of such wrongdoing. Consuming products derived from stolen cows is treated as participation in the original sin, leading to grave karmic consequences.
A Caṇḍāla speaker declares that at the place where cows were forcibly taken, anyone who consumed their milk-products—regardless of social status such as Brahmin or Kshatriya—fell into hell, emphasizing that dharma judges actions and complicity rather than caste alone.