महाकुलीनो दैवबुद्धिसत्त्वसम्पन्नो वृद्धदर्शी धार्मिकः सत्यवागविसंवादकः कृतज्ञः स्थूललक्षो महोत्साहोऽदीर्घसूत्रः शक्यसामन्तो दृढबुद्धिरक्षुद्रपरिषत्को विनयकाम इत्याभिगामिका गुणाः ॥ कZ_०६.१.०३ ॥
mahākulīno daivabuddhisattvasampanno vṛddhadarśī dhārmikaḥ satyavāgavisaṃvādakaḥ kṛtajñaḥ sthūlalakṣo mahotsāho'dīrghasūtraḥ śakyasāmanto dṛḍhabuddhir akṣudrapariṣatko vinayakāma ity ābhigāmikā guṇāḥ
Penguasa hendaknya: berasal dari garis keturunan terhormat; memiliki pertimbangan yang baik dan keberanian; memahami pandangan para sesepuh; berpegang pada dharma; jujur dalam ucapan dan konsisten dalam tindakan; tahu berterima kasih; memiliki tanda-tanda kemampuan yang jelas dan kuat; sangat bersemangat; tidak menunda-nunda; mampu mengelola serta mengintegrasikan para penguasa bawahan/feodatori; berpendirian teguh; didukung dewan yang cakap (bukan picik); dan condong pada disiplin serta pengendalian diri—itulah kualitas ābhigāmika.
They are ruler-traits that generate acceptance and confidence—social legitimacy, moral credibility, decisiveness, and the ability to work with power-holders like councils and feudatories.
Consistency reduces uncertainty for officials and subjects, improves compliance, and prevents credibility loss that rivals can exploit.