ग्रामकूटमध्यक्षं वा सत्त्री ब्रूयात् असौ जाल्मः प्रभूतद्रव्यः तस्यायमनर्थः तेनैनमाहारयस्व इति ॥ कZ_०४.४.०९ ॥
grāmakūṭam adhyakṣaṃ vā sattrī brūyāt—‘asau jālmaḥ prabhūtadravyaḥ; tasyāyam anarthaḥ; tenainam āhāraya’ iti ॥
Atau, kepada grāmakūṭa (akuntan/pencatat desa) atau adhyakṣa (pengawas setempat), sattrin hendaknya berkata: ‘Si bajingan itu punya banyak harta; ini dalih/tuduhan terhadapnya—pakailah itu untuk menangkap dan membawanya kemari (menghadirkannya).’
Whether local officials will manufacture charges or use coercive process to target wealthy persons—typically to extract payments, seize property, or settle private scores.