
स्त्रीलिङ्गशब्दसिद्धरूपम् (The Established Forms of Feminine Nouns)
Melanjutkan alur Vyākaraṇa, setelah paradigma maskulin selesai, Skanda menyajikan bentuk-bentuk baku nomina feminin (śabda-siddha-rūpa) secara ringkas dan mudah dilafalkan. Dimulai dari model berakhiran -ā seperti Ramā, lalu diperluas ke kelas-kelas feminin penting: berakhiran -ī seperti nadī, kata kehormatan/leksikal seperti śrī dan strī (dengan varian yang diakui), serta sejumlah kata berakhiran konsonan dan nomina khusus seperti vāk, śrag, dyaus, samit, dṛṣat. Bentuk pronominal-deiktik seri asau/amū juga dicatat, beserta variasi yang diperbolehkan (mis. śriyai/śriye; bhavatī → bhavanty). Gaya penyajiannya bersifat pedagogis dan mnemonik—daftar tetap untuk meneguhkan pemakaian yang benar dalam belajar, penafsiran, dan bahasa ritual—menunjukkan sintesis Agneya Vidyā antara tata bahasa teknis dan tujuan Purāṇik demi kejernihan dharma serta kesetiaan pada śāstra.
No shlokas available for this adhyaya yet.
It emphasizes standardized, memorisable case-form listings for feminine nouns—starting with the Ramā ā-stem paradigm, then mapping other feminine stems and irregulars (nadī, śrī, strī, vāk, śrag, dyaus) and recording sanctioned alternants (e.g., śriyai/śriye; bhavatī → bhavanty).
By ensuring grammatical correctness in sacred speech—scripture study, mantra recitation, and ritual address—this technical training supports dharma through precision, protecting meaning and supporting disciplined (śāstra-aligned) practice.