
Sandhi-siddha-rūpa (The Established Forms/Results of Sandhi)
Bab ini dimulai tepat setelah daftar pratyāhāra sebelumnya, beralih dari singkatan fonologis menuju sandhi-siddha-rūpa, yakni hasil gabungan bunyi yang telah mapan dan diakui. Skanda memulai dengan svara-sandhi (sandhi vokal) melalui bentuk-bentuk ringkas berbasis contoh (mis. daṇḍāgramam, sāgatā, dadhīdam, nadīhate, madhūdakam), menegaskan bahwa derivasi yang benar dipelajari dengan mengamati hasil yang tervalidasi. Selanjutnya dibahas catatan leksikal dan gramatikal khusus: pelafalan ritual dan rujukan fonem (termasuk penyebutan ḹ), pasangan sinonim/varian, serta konstruksi sandhi demonstratif (ta + iha → tayiha). Uraian kemudian mencakup sandhi konsonan dan perubahan yang lahir dari visarga, disertai rangkaian frasa contoh (bhavāñ chete / bhavāñ ca śete / bhavāñ śete, dan lainnya). Di samping aturan dan contoh, teks menanamkan etika tutur: kelancaran, proporsi, dan menghindari gugus bunyi yang kasar, mengaitkan ketepatan tata bahasa dengan disiplin ucapan dalam kehidupan dharmika.
No shlokas available for this adhyaya yet.
Sandhi is taught through siddha-rūpas (accepted results) across vowel sandhi and visarga/consonant contexts, using clustered example-phrases to demonstrate how base forms (prakṛti) yield phonologically correct combined forms.
By presenting śabda-śuddhi (disciplined, smooth, non-excessive speech) as a dharmic practice: correct language supports correct ritual recitation, clear thought, and ethically regulated communication—bridging technical mastery with inner purification.