
Adhyāya 199 — Nāna-vratāni (Various Vows): Ṛtu-vrata, Saṅkrānti-vrata, Viṣṇu/Devī/Umā Observances
Agni melanjutkan Vrata-khaṇḍa dengan memaparkan berbagai vrata yang berbuah kenikmatan duniawi sekaligus pembebasan. Mula-mula dijelaskan ṛtu-vrata untuk empat musim: homa dengan persembahan kayu bakar (samidh), disiplin diam saat senja, dan penutup berupa dāna seperti “sapi-mentega” (ghṛta-dhenu) serta hadiah kendi mentega (ghṛta-kumbha). Lalu ditambahkan bentuk-bentuk lain: laku berorientasi Sarasvatī dengan mandi pañcāmṛta dan sedekah sapi di akhir tahun; Ekādaśī naktāśī bagi Viṣṇu pada bulan Caitra yang berbuah mencapai kediaman Viṣṇu; serta disiplin Śrī/Devī dengan diet pāyasa, sedekah sepasang sapi, dan etika makan hanya setelah persembahan kepada Pitṛ dan para Deva. Berikutnya Agni menetapkan Saṅkrānti-vrata, menonjolkan berjaga malam sebagai perbuatan penghasil surga, serta penguatan pada amāvasyā-saṅkrānti, uttarāyaṇa, dan viṣuva; disertai mandi ritual memakai ghṛta terukur (prastha) dan bahan-bahan terhitung (32 pala) untuk penghapus dosa. Terakhir dipaparkan vrata perempuan bagi Umā–Maheśvara pada tithi ke-3 dan ke-8 demi kebahagiaan rumah tangga dan bebas dari perpisahan, ditutup dengan pernyataan buah bhakti kepada Sūrya berupa kelahiran kembali sesuai jenis kelamin.
No shlokas available for this adhyaya yet.
Ṛtu-vratas (seasonal observances), Saṅkrānti-vrata (solar ingress vigil), Viṣṇu-centered Ekādaśī naktāśī practice, Sārasvata vow with pañcāmṛta bath and cow donation, Śrī/Devī-related vow elements, and women’s Umā–Maheśvara rites on specific tithis.
It specifies timed observances (Caitra, Ekādaśī, amāvasyā-saṅkrānti, uttarāyaṇa, viṣuva), concrete ritual actions (night vigil, offering fuel-sticks, bathing with ghee/milk), and quantified measures (prastha of ghee; 32 palas) alongside prescribed dāna items.
By framing vows as disciplines that purify sin, cultivate restraint (e.g., sandhyā-mauna, regulated eating), and direct devotion to Viṣṇu/Devī/Śiva-Śakti, while also promising prosperity and status—thus aligning kāma/artha supports with dharma and mokṣa-oriented merit.